Kekecewaan Zelensky Akibat Diabaikan AS dan Rusia
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan kekesalannya atas kegagalan Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk melibatkan Ukraina dalam negosiasi yang membahas perang di negaranya.
"Kami sangat kecewa bahwa kami tidak diundang untuk berdiskusi," kata Zelensky dalam sebuah wawancara dengan BBC, Senin (20/12/2022).
Zelensky berpendapat bahwa Ukraina berhak terlibat dalam setiap upaya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama hampir setahun tersebut.
"Ini bukan hanya tentang Ukraina, ini tentang masa depan tatanan dunia," tambahnya.
Ketidakhadiran Ukraina dari pembicaraan antara AS dan Rusia memicu kekhawatiran bahwa kedua kekuatan global itu dapat membuat kesepakatan yang tidak sesuai dengan kepentingan Ukraina.
Kiev Kesal, Zelensky Tak Diajak Berunding Soal Perang Ukraina
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan kekecewaannya karena tidak dilibatkan dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia mengenai perang di Ukraina. Zelensky menilai perundingan tersebut mengabaikan kepentingan Ukraina.
Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada 27 Maret 2023, Zelensky menekankan bahwa Ukraina adalah pihak yang paling terdampak oleh perang dan harus diikutsertakan dalam setiap pembahasan tentang solusinya.
Menurut Zelensky, perundingan yang tidak melibatkan Ukraina akan berisiko menciptakan kesepakatan yang merugikan Ukraina. Ia menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menerima solusi yang menggadaikan kedaulatan dan integritas wilayahnya.
Zelensky juga mengkritik AS dan Rusia karena tidak memberikan informasi yang cukup mengenai perundingan yang sedang berlangsung. Ia mendesak kedua negara untuk lebih transparan dan terbuka dalam melibatkan Ukraina dalam proses perdamaian.
Kekecewaan Zelensky mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di Ukraina bahwa negara-negara Barat mungkin bersedia berkompromi dengan Rusia dengan mengorbankan kepentingan Ukraina. Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa mereka hanya akan menerima solusi yang menjamin kedaulatan, integritas wilayah, dan kebebasan rakyat Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, meluapkan kekesalannya karena tidak diundang dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Rusia terkait konflik Ukraina. Ia menilai, Ukraina berhak dilibatkan dalam pembahasan yang berdampak langsung pada masa depan negara mereka.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Reuters, Zelensky mengungkapkan rasa kecewanya. "Saya tidak mengerti mengapa Ukraina tidak diundang. Kami adalah pihak yang paling terkena dampak dari konflik ini," tegasnya.
Menurut Zelensky, Ukraina memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan harus diikutsertakan dalam segala pembahasan tentang masa depannya. Ia menekankan bahwa Ukraina bukan sekadar medan perang, tetapi sebuah negara berdaulat dengan rakyat yang harus dihormati hak-haknya.
Kekesalan Zelensky ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa perundingan AS-Rusia tersebut dilakukan di Turki, negara yang berdekatan dengan Ukraina namun tidak mengundang perwakilan Ukraina. Hal ini dipandang oleh Zelensky sebagai bentuk pengabaian terhadap kepentingan negaranya.
Konflik Ukraina yang telah berlangsung berbulan-bulan telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Perundingan antara AS dan Rusia diharapkan dapat membawa solusi bagi konflik tersebut, namun tanpa keterlibatan langsung Ukraina, kekhawatiran muncul bahwa solusi yang dihasilkan mungkin tidak sesuai dengan harapan rakyat Ukraina.

0 Response to "Ukraina Terabaikan Zelensky Kesal Tak Diundang dalam Negosiasi AS-Rusia"
Posting Komentar